Waspada! Sosialisasi dan Simulasi Gempa Bumi Megathrust Telah Dimulai
Hallo sobat Buddhi! Namo Buddhaya. Pada tanggal 16 Oktober 2024, SMA Perguruan Buddhi memberikan materi tentang “Kesiapsiagaan dan Teknik Evakuasi Gempa” di seluruh unit kelas 10-12. Sebagaimana kita tahu bahwa gempa adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan sebuah gelombang Seismik, sedangkan gempa bumi megathrust dikenal dengan gempa bumi terbesar di bumi.
Gempa megathrust biasanya memiliki magnitudo yang sangat besar. Gempa megathrust adalah jenis gempa bumi dengan magnitudo di atas 8,0, yang kemungkinan besar terjadi di wilayah yang terletak di sepanjang patahan besar serta area di mana lempeng-lempeng tektonik bertemu satu sama lain. Dengan potensi kerusakan yang sangat besar, gempa megathrust sering kali memicu tsunami dan menyebabkan dampak signifikan pada wilayah pesisir, membuat daerah yang rawan berada dalam ancaman bencana yang serius dan memerlukan tindakan mitigasi yang tepat.
Maka dari itu SMA Perguruan Buddhi telah melakukan sosialisasi sedini mungkin untuk para siswa/I. Diberitahukan ada 6 Karakteristik gempa bumi yaitu,
- Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
- Lokasi kejadian tertentu.
- Akibatnya akan menimbulkan bencana.
- Berpotensi terulang kembali.
- Belum dapat diprediksi.
- Tidak dapat dicegah.
Pada saat terjadinya gempa bumi diharapkan tidak panik serta menerapkan “Drop! Cover! Hold on!” dan saat terjadi gempa dihimbau untuk menjauhi area yang dirasa dapat mencelakai seperti jendela kaca, pohon, dan lainnya. Usahakan untuk melindungi bagian kepala dan tengkuk leher karena bagian tersebut sangat rawan dan bisa berakibat fatal jika terluka. Gunakan pelindung yang terbuat dari bahan yang keras disekitar kita seperti kursi, meja, helm, tas, dan barang yang dikira dapat melindungi kepala.
Keesokan hari nya pada tanggal 17 Oktober 2024, Sekolah Perguruan Buddhi mengadakan Simulasi Gempa Bumi dimana para siswa/I dari unit SD, SMP, SMA, dan SMK mempraktekkan materi dari sosialisasi yang sudah disampaikan oleh para guru waktu lalu.
Sekolah Perguruan Buddhi menghadirkan petugas dari Damkar yang memberitahukan bahwa prinsip yang paling utama dalam Gempa Bumi adalah keselamatan dan langsung berlindung di area yang dirasa selamat. Juga yang menjadi prioritas adalah bagian kepala karena bagian kepala terdapat sistem saraf yang sangat penting. Beliau menyampaikan saat evakuasi diharapkan tidak langsung kembali dan tetap berlindung di tempat yang selamat seperti bangunan yang kokoh. Setelah simulasi gempa bumi siswa/I Sekolah Perguruan Buddhi kembali ke unit masing-masing dan mengikuti KBM seperti biasanya.
Mari teman-teman untuk selalu sedia payung sebelum hujan! Bencana dapat terjadi dalam waktu yang tak pasti, maka dari itu jangan pernah meremehkan kekuatan alam semesta.
Keizha Paramitta & Nathania Tasya
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini