MPLS Ramah: Awal untuk Bersinar
Hello, Buddies!
Pada hari Kamis, 16 Juli 2026, SMA Perguruan Buddhi melaksanakan hari ke-4 MPLS. Di pagi hari, peserta MPLS memulai hari dengan mengerjakan tes numerasi oleh guru kimia SMA Perguruan Buddhi, yaitu Miss Ridza. Pertanyaan "Apa itu unsur?" oleh Miss Ridza untuk mengawali materi dijawab oleh Eldwin dari SMP Perguruan Buddhi dan diikuti dengan penjelasan contoh unsur. Pada materi ini, anak-anak MPLS belajar tentang unsur, senyawa, dan campuran.
Soal pertama yang disiapkan oleh Miss Ridza dapat dijawab oleh Gwen. Lalu dijelaskan kembali oleh ketua OSIS SMA Perguruan Buddhi, yaitu Raphael. Pertanyaan kedua menghitung massa total campuran dan kadar garam tertinggi, dijawab oleh Jill dari SMP Perguruan Buddhi. Pertanyaan ketiga berhasil dijawab kembali oleh Eldwin dari SMP Perguruan Buddhi. Kemudian pertanyaan terakhir dijawab oleh Vencel dari SMP Perguruan Buddhi. Materi pertama ini diakhiri oleh ice breaking kimia dan yel-yel SMA Perguruan Buddhi.
Materi selanjutnya dibawakan oleh Direktur Operasional Sekolah Perguruan Buddhi, Bapak Wira Fernandez dengan judul “Belajar dan Berprestasi untuk Mewujudkan Cita-cita”. Sebelum menjelaskan materi, Pak Wira memulai dengan memberikan beberapa pantun. Lalu dilanjutkan dengan melaksanakan beberapa ice breaking yang tentunya seru dan menyenangkan.
Pesan dari Pak Wira, yaitu tidak boleh meledek teman dan tidak boleh menyembunyikan barang milik teman. Murid SMA Perguruan Buddhi harus menjadi murid yang intelektual. Kemudian Pak Wira menjelaskan inti sari dari ajaran Buddha yang bersifat universal. Isi dari inti sari tersebut adalah "Jangan berbuat kejahatan, perbanyaklah perbuatan baik. Sucikan hati dan pikiran." Pak Wira juga berkata untuk harus mempunyai tujuan dan cita-cita. Tidak ada orang sukses tanpa bekerja keras, harus serius dan tekun dalam menempuh pembelajaran, memiliki sopan santun, menjadi orang yang religius dan jangan pernah menyakiti orang tua jika belum dapat membahagiakan mereka.
Setelah materi selesai, Pak Wira menyediakan beberapa hadiah berupa angpao untuk siswa yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan.
Materi ketiga dibawakan oleh guru matematika SMA Perguruan Buddhi, yaitu Miss Septi. Miss Septi mengatakan matematika juga dapat berguna untuk menentukan keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang dijelaskan adalah terkait eksponen. Kemudian setelah itu, diadakan gim Quizziz yang dimainkan oleh perwakilan tiap kelompok. Gim ini dimenangkan oleh kelompok Sirius. Tak terasa, waktu istirahat pun tiba. Para siswa MPLS berkumpul di koridor dan makan bersama.
Setelah jam istirahat berakhir, kegiatan MPLS dilanjutkan dengan sesi materi terkait operasi hitung pecahan yang disampaikan oleh perwakilan dari Ruang Guru, yaitu Kak Zafar. Kemudian, para siswa/i juga diberikan soal try out (TO) untuk tes pengetahuan matematika dasar. Selain itu, ada pula sesi motivasi yang disampaikan oleh Kak Tini selaku adviser dari BAC (Brain Academy Center) Tangcity Mall terkait langkah-langkah menuju perguruan tinggi.
Melalui motivasi tersebut, siswa-siswi diajarkan untuk mulai membangun mindset juara sejak kelas 10 untuk menggapai PTN, PTLN, maupun sekolah kedinasan impian. Tentunya hal tersebut harus dipersiapkan secara maksimal mulai sekarang, baik dari nilai rapor, eligible, TKA, IELTS, dan sebagainya. Ruangguru sendiri menerapkan sistem "Pahami, sukai, lalu terapkan." Kemudian, acara dilanjutkan dengan sesi pesan dan kesan selama MPLS dari perwakilan setiap kelompok.
Kegiatan MPLS pada hari keempat ditutup dengan penampilan seni, yaitu kabaret dan seni tari. Kabaret adalah salah satu bentuk seni pertunjukan teater yang menggabungkan musik, tarian, dan komedi. Pada kesempatan ini, kabaret ditampilkan oleh alumni kelas 10A yang berjudul "Bayang-Bayang Masa Lalu". Pertunjukan tersebut mengangkat tema perundungan di sekolah yang dapat merusak mental dan fisik seseorang. Cerita itu mengajarkan kita untuk tidak melakukan perundungan di lingkungan mana pun, serta harus memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan dan saling memaafkan.
Sebagai penutup, terdapat penampilan tari Saman dari Aceh yang dibawakan oleh tim ekstrakurikuler tari tradisional SMA Perguruan Buddhi. Kegiatan MPLS pun ditutup dengan pembacaan paritta.
Ditulis oleh Vianca Aravinda
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini