Mengenal Magha Puja: Hari Besar Agama Buddha yang Diperingati SMA Perguruan Buddhi
Halo Sobat Buddhi! Namo Buddhaya.
Hari Suci Magha Puja adalah peringatan penting dalam agama Buddha yang memiliki makna mendalam dalam sejarah ajaran Buddha. Magha Puja diperingati setiap bulan purnama pada bulan Magha, momen ini menjadi waktu refleksi untuk memahami
inti ajaran Buddha.
Pada kesempatan ini, SMA Perguruan Buddhi kembali memperingati Magha Puja di Vihara Padumuttara pada 3 Maret 2026. Peringatan ini dihadiri oleh para petinggi Yayasan Boen Tek Bio, kepala sekolah, guru, serta siswa/i SMA Perguruan Buddhi. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Buddhis, dilanjutkan oleh prosesi puja.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Ir. Retno Widyastuti, M.M., yang mengharapkan agar anak-anak dapat mengikuti acara dengan baik, tidak hanya duduk tenang dan mendengarkan tetapi bisa mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari. Sambutan berikutnya datang dari Romo Surwandi yang menyampaikan tentang kesabaran adalah cara bertapa yang paling baik, kesabaran adalah kunci keberhasilan. Ia juga menyampaikan bahwa teknologi mempermudah hidup kita, seni dan budaya menjadikan hidup kita indah, serta agama menjadikan hidup kita terarah.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan paritta, meditasi, permohonan Dhammadesana, dan Dhammadesana dari Bhikkhu Sangha.

Bhikkhu Sangha menyampaikan bahwa Magha Puja memperingati empat peristiwa, yakni berkumpulnya 1.250 bhikkhu yang seluruhnya telah mencapai tingkat kesucian Arahat, datang tanpa pemberitahuan sebelumnya, ditahbiskan langsung oleh Buddha melalui Ehi Bhikkhu Upasampada, serta Buddha yang membabarkan Ovada Patimokkha. Dalam peristiwa tersebut, Buddha menyampaikan Ovada Patimokkha (Inti ajaran Buddha), yaitu:
"Janganlah berbuat jahat, perbanyak perbuatan baik, sucikan hati dan pikiran."
Bhikkhu Sangha juga menekankan bahwa jika tidak ingin menderita, maka jangan menyakiti. Jika ingin hidup tenang dan bahagia, maka perbanyak perbuatan baik. Dan jika ingin memperbanyak perbuatan baik, maka harus menjernihkan pikiran dari kekotoran batin (sucikan hati dan pikiran).
Acara berlanjut dengan penyerahan Amisa Puja kepada Bhikkhu, pelimpahan jasa, serta
pemberkahan oleh Bhikkhu Sangha. Acara ditutup dengan pembacaan Paritta Namakara Gatha.
Peringatan Magha Puja bukan hanya sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi umat Buddha untuk kembali memahami dan mengamalkan inti ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat meneladani nilai kesabaran, kebajikan, serta menjaga kemurnian hati dan pikiran.
Dengan demikian, semangat Magha Puja dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk hidup lebih bijaksana, membawa kedamaian, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ditulis oleh Julian Januardi dan
Ericho Alvyan Suwandy
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini