BERITA

Detail Berita

Mengenal, Beradaptasi, dan Bertumbuh Bersama di Hari Pertama MPLS

Sabtu, 31 Oktober 2026 13:31 WIB
2 |   -

Halo Sobat Buddhi!

Bagaimana nih liburannya? Tidak terasa kini saatnya kembali ke sekolah. Salah satu kegiatan yang selalu dinantikan pada awal tahun ajaran baru adalah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Tahun ini, SMA Perguruan Buddhi menyelenggarakan MPLS selama lima hari. Yuk, intip keseruannya!

Kegiatan di awali dengan upacara bendera dalam rangka menyambut siswa baru sekaligus mengawali tahun ajaran baru, dalam sambutannya, Bapak Edy Kurniawan, S.E., M.M., selaku Direktur utama Sekolah Perguruan Buddhi mengucapkan selamat datang kembali di Sekolah Perguruan Buddhi. Beliau berharap semoga di tahun ajaran yang baru siswa/i Sekolah Perguruan Buddhi dapat meningkatkan semangat belajarnya. Sebagai tanda resmi dibukanya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Perguruan Buddhi, Bapak Edy bersama para guru melepaskan burung merpati yang melambangkan harapan dan semangat belajar baru dalam meraih cita-cita setinggi langit.

Setelah upacara selesai, kegiatan MPLS dipandu oleh Caitlyn dan Owen yang menyapa para siswa baru dengan hangat. Dengan penuh semangat, Mrs. Ridza Allo Layuk, S.Pd.Kim. mengajak seluruh peserta MPLS untuk meneriakkan yel-yel, “SMA Perguruan Buddhi! Bisa! Bisa! Pasti Bisa!” Beliau membagikan pengalamannya yang sudah mengajar di SMA Perguruan Buddhi selama 29 tahun. Selain itu, beliau juga memperkenalkan guru-guru SMA Perguruan Buddhi dengan penuh antusias.

Selanjutnya, para peserta MPLS diajak berkeliling sekolah untuk mengenal setiap sudut yang ada di lingkungan sekolah Perguruan Buddhi. Setelah itu, tibalah waktu istirahat. Momen ini dimanfaatkan para siswa untuk makan bersama sekaligus saling lebih mengenal satu sama lain.

Usai melepas penat sejenak, materi selanjutnya disampaikan oleh Mrs. Dian Nofita Sari, S.Pd., M.M. mengenai kedisiplinan. Sebagai pelajar, kita harus mematuhi tata tertib yang ada di sekolah, seperti kedisiplinan waktu dan seragam, berpenampilan rapi layaknya seorang pelajar, hingga berbagai hal yang tidak boleh dibawa atau dilakukan oleh siswa SMA Perguruan Buddhi. Beliau berharap tata tertib yang disampaikan bukan hanya untuk dimengerti, tetapi untuk dipahami. Selain tentang kedisiplinan, beliau memperlihatkan kegiatan dan prestasi-prestasi yang telah diraih oleh SMA Perguruan Buddhi, mulai dari akademik sampai non-akademik. “Belajar bukan hanya dibatasi oleh empat sekat dinding sebagai pembatas. Tetapi yang paling utama, yaitu belajar memahami karakter seseorang, belajar bersosialisasi, berteman sebanyak-banyaknya, dan mengembangkan bakat melalui aktif dalam kegiatan sekolah” Sebagai penutup, Mrs. Dian mengajak seluruh peserta untuk menuliskan harapan dan komitmen mereka selama berada di SMA Perguruan Buddhi.

 

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Medhavini Tanuardi dari Mayapada Hospital dengan tema “Dari Luka Fisik hingga Luka Psikis: Penanganan Bullying Secara Menyeluruh.” Baginya, bullying merupakan tindakan menyakiti orang lain secara sengaja, berulang, dan terdapat ketidakseimbangan kekuatan yang membuat korban sedih atau terluka. Beliau menjelaskan tentang perbedaan antara bercanda dengan perundungan. Karena, sebagian besar perundungan yang terjadi diawali dengan bercanda. Dari penjelasan yang disampaikan, dapat kita simpulkan bahwa perundungan ini sangat berdampak terhadap fisik dan psikis korban maupun pelaku, maka dari itu beliau mengajak kita untuk tidak melakukan perundungan dan berani melapor dan membantu korban perundungan tersebut.

STOP

S = Stay safe

T = Tell a teacher

O = Offer help

P = Protect your friend

“Tidak ada anak yang pantas takut datang ke sekolah. Jadilah teman yang melindungi, bukan melukai.”

 

Materi terakhir pada hari pertama disampaikan oleh Bapak Drs. Setia Budi dengan tema “Kedisiplinan: Upaya Meraih Sukses dan Membangun Karakter.” Menurut beliau, disiplin merupakan kunci menuju kesuksesan. Disiplin adalah latihan yang bertujuan untuk mengembangkan diri agar dapat berperilaku baik atau berkarakter. Oleh karena itu, sekolah menerapkan berbagai pembiasaan positif karena disiplin selalu berawal dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. 

 

“Disiplin dapat mengubah segalanya, aura positif dalam diri dapat bergerak tanpa kita sadari.” Selain itu, beliau berpesan bahwa masa SMA merupakan tonggak penting dalam membangun masa depan. Pada masa inilah siswa dapat mengenal banyak teman, mengembangkan potensi, menikmati proses belajar, dan meraih sebanyak mungkin prestasi.

 

Rangkaian kegiatan MPLS hari pertama ditutup dengan doa bersama. Semoga seluruh materi yang telah disampaikan dapat menjadi bekal yang bermanfaat serta memberikan dampak positif bagi seluruh peserta. Sampai jumpa di keseruan hari berikutnya, Sobat Buddhi!

 

Ditulis oleh Padma Ratna


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini