Memperingati Hari Guru Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Halo Sobat Buddhi! Namo Buddhaya.
Pada Senin, 25 November 2024 telah diadakan berbagai kegiatan di SMA Perguruan Buddhi dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional. Hari Guru Nasional menjadi sebuah peringatan yang bertujuan untuk mengapresiasi guru-guru yang telah membimbing dan memberikan ilmu kepada kita. Kira-kira apa saja kegiatan yang telah diselenggarakan? Yuk, kita simak artikel ini!
Sekolah Perguruan Buddhi mengadakan kegiatan Upacara Bendera Merah Putih. Upacara ini diikuti oleh unit SD, SMP, SMK, SMA, beserta para guru dan staff. Petugas upacara kali ini adalah guru-guru Sekolah Perguruan Buddhi lho! Upacara diawali dengan persembahan lagu “Guruku Tersayang” oleh Tim Choir SMA Perguruan Buddhi dengan Miss Ridza sebagai dirigen. Selanjutnya, pemimpin upacara yaitu Sir Arfian memasuki lapangan upacara dan memberikan laporan kepada pembina upacara yaitu Bapak Dr. Ruby Santamoko. S.Ag., M.M.Pd.
Setelah itu, pelaksanaan pengibaran bendera yang diiringi lagu “Indonesia Raya” dengan Miss Maya sebagai pembawa bendera. Seluruh peserta upacara memberikan penghormatan terhadap bendera merah putih sebagai bentuk rasa nasionalisme. Tidak lupa untuk mengheningkan cipta demi mengenang jasa para pahlawan. Dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila dan teks pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Bapak Dr. Ruby Santamoko. S.Ag., M.M.Pd. menyampaikan amanatnya mengenai Hari Guru Nasional. Hari Guru Nasional tahun ini mengambil tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Tema ini memiliki 3 makna yaitu:
- Penegasan tentang arti dan kedudukan penting para guru
- Guru tidak hanya berperan sebagai agen pembelajaran tetapi juga agen peradaban
- Guru menentukan kualitas sumber daya manusia
Guru bertugas untuk mendidik, membimbing, dan menilai hasil belajar kita sehingga kita dapat memiliki kecerdasan, keterampilan, dan karakter yang mulia. Kita sebagai generasi bangsa yang telah dididik oleh guru-guru hebat bertanggung jawab dalam memajukan bangsa dan negara.
Sekolah Perguruan Buddhi juga telah turut menjalankan tiga misi untuk meningkatkan kualitas guru yaitu pemenuhan kualifikasi guru, meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan, serta meningkatkan kesejahteraan guru melalui peningkatan salary. Beliau menutup amanat dengan menyampaikan bahwa guru telah menerangi kehidupan bagaikan lentera.
Upacara dilanjutkan dengan persembahan lagu “Hymne Guru” oleh Tim Choir SMA Perguruan Buddhi. Selanjutnya, seluruh peserta upacara menyanyikan lagu “Terima kasihku, Guruku”. Kedua lagu ini menggambarkan rasa terima kasih atas jasa para guru yang sangat penting di dalam kehidupan kita. Upacara ditutup dengan doa dan pemimpin yang meninggalkan lapangan upacara. Setelah upacara selesai, terdapat penampilan pianika dan drumband yang menarik.
Atas bentuk apresiasi terhadap guru-guru Sekolah Perguruan Buddhi, telah dilakukan acara pemberian bunga dan ucapan selamat hari guru, beserta sertifikat untuk guru-guru yang telah lama mengabdi di Sekolah Perguruan Buddhi. Tak lupa, terdapat acara pemotongan tumpeng dan makan bersama di Hall Lumbini.
Tidak sampai di situ saja, SMA Perguruan Buddhi melanjutkan Hari Guru Nasional dengan perlombaan yang seru dan menyenangkan. Penasaran kan ada perlombaan apa saja? Tetapi sebelum itu, acara perlombaan diawali dengan foto bersama yang disertai surprise ucapan selamat hari guru. Setelah itu, OSIS memberikan cokelat dan kue sebagai bentuk apresiasi terhadap para guru.
Ibu Ir. Retno Widyastuti, M.M mengungkapkan rasa terima kasihnya dan berharap agar siswa-siswi SMA Perguruan Buddhi dapat sukses. Beliau juga berterima kasih kepada guru-guru dan berharap bahwa apa yang telah mereka lakukan dapat menjadi ladang pahala.
Sebelum masuk ke perlombaan, guru-guru dibagi menjadi 4 kelompok yaitu:
Kelompok 1: Sir Arfian, Sir Elgus, Sir Mahru, dan Miss Silvy
Kelompok 2: Sir Chandra, Miss Umu, Miss Theresia, dan Miss Rini
Kelompok 3: Sir Rudy, Sir Ahmad, Miss Dian, dan Miss Yuli
Kelompok 4: Sir Akhmad, Miss Evi, Miss Mesa, dan Miss Ridza
Serta terdapat 3 perlombaan yang diselenggarakan, antara lain estafet gelas sedotan, pingpong air, dan estafet sarung air. Kira-kira kelompok berapa saja yang akan memenangkan perlombaannya? Yuk kita cari tahu!
Pertama, lomba estafet gelas sedotan. Dalam perlombaan ini para guru harus mengoper gelas menggunakan sedotan di mulut. Estafet ini menguji kekompakkan dan trik yang dimiliki untuk menang lho! Apakah kalian bisa menebak kelompok mana yang memenangkan perlombaan ini?
Dan pemenangnya adalah kelompok 1! Perlombaan selanjutnya adalah pingpong air. Secara bergantian, guru-guru akan meniup bola pingpong yang diletakkan di atas gelas berisi air. Pemenang dari lomba pingpong air adalah kelompok 4.
Terakhir, lomba estafet sarung air. Di lomba ini, guru-guru harus membawa gelas yang berisi air ke titik yang telah ditentukan menggunakan spanduk dan mengisi gelas di titik tersebut sampai penuh. Apabila gelas terjatuh, mereka harus mengulangnya dari awal. Dan lomba ini dimenangi oleh kelompok 1 lagi lho! Dari perlombaan yang telah diselenggarakan, kita dapat melihat kebersamaan guru-guru yang sangat menyenangkan.
Demikian rangkaian kegiatan Hari Guru Nasional 2024 yang berlangsung dari upacara yang khidmat hingga perlombaan yang penuh semangat. Teruntuk para guru, terima kasih atas bekal ilmu yang telah kalian berikan sehingga kami dapat menjadi insan yang berintelektual. Selamat Hari Guru Nasional! Guru hebat, Indonesia kuat.
“Dunia pendidikan tak lepas dari para pengajar alias guru, para pejuang tulus tanpa tanda jasa yang mencerdaskan kehidupan bangsa.” – Ki Hajar Dewantara
Ditulis oleh Audrey Nirmala Citra Dewi
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini