Let's Study and Explore at Semarang-Yogyakarta
Halo rencang-rencang sedaya! Pripun kabare? Sampun dangu mboten kepanggih. Eits, Sobat Buddhi tahu tidak kenapa pembukaan kali ini spesial menggunakan Bahasa Jawa? Karena belum lama ini, kami telah mengikuti kegiatan Live In di Dusun Thekelan, Semarang dan Study Tour di Yogyakarta, Jawa Tengah. Di daerah sana, mayoritas masyarakatnya menggunakan bahasa daerah yaitu Bahasa Jawa. Sekilas informasi, kegiatan ini diselenggarakan oleh SMA Perguruan Buddhi selama 6 hari dari 11-16 Januari 2025 dan diikuti oleh siswa/i kelas 11 dan 12, beserta guru-guru pendamping. Melalui perjalanan ini, kami mendapatkan berbagai pengalaman baru yang pastinya sangat menarik untuk disampaikan. Dimulai dari titik awal, kami berkumpul di SMA Perguruan Buddhi pada pukul 03.00. Setelah berbagai persiapan, ketiga bus mulai berangkat untuk menuju ke lokasi Live In yaitu Dusun Thekelan, Desa Batur, Kec. Getasan, Kab. Semarang, Jawa Tengah. Dusun Thekelan dikenal sebagai salah satu jalur pendakian Gunung Merbabu lho sobat! Dusun ini juga terkenal dengan toleransinya yang ditandai dengan kerukunan semua warga dusun, serta adanya tempat ibadah seperti vihara, gereja, dan masjid.
Untuk menuju ke Desa Thekelan, kami turun di kawasan pasar dan dijemput oleh pihak dusun dengan mobil pick up melewati jalanan yang berkelok. Sesampainya di desa, kami sempat menikmati pemandangan sebentar sebelum berbaris di lapangan depan rumah warga. Di sini, kami mendengarkan kata sambutan dan pemberitahuan mengenai siapa orang tua kami selama di sana. Setelahnya, kami berkenalan dan mengikuti orang tua masing-masing. Tentunya kami tidak perlu takut karena orang tua serta seluruh warga di sana sangat terbuka terhadap kedatangan kami. Kami berbincang-bincang, menikmati santapan hangat di tengah dinginnya cuaca, membantu orang tua melakukan pekerjaan, atau sekedar beristirahat. Selama berada di Dusun Thekelan, kegiatan sehari-hari siswa/i sangat beragam karena profesi warga Dusun Thekelan yang berbeda-beda. Ada yang bekerja sebagai petani sehingga kami pergi ke ladang untuk memanen berbagai tanaman seperti cabai, lobak, brokoli, kentang, dan tanaman lain yang segar dan berlimpah. Selain itu, ada juga yang rutin memberikan pakan kepada ternak seperti sapi, bahkan memeras susu sapi langsung loh! Tentunya kalian bisa membayangkan betapa serunya kegiatan-kegiatan ini selama di sana. Warga Dusun Thekelan masih menggunakan tungku perapian, sehingga terkadang kami menghangatkan diri di dekatnya. Di waktu senggang, biasanya kami berjalan-jalan menikmati pemandangan Thekelan dan bermain bersama teman-teman yang lain.
Setelah menghabiskan waktu di Desa Thekelan selama 4 hari 3 malam yang penuh dengan kehangatan bersama, kami melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta untuk melakukan kegiatan study tour sesuai dengan yang sudah dijadwalkan. Selama di Desa Thekelan, kami merasakan kedekatan dengan masyarakat setempat dan menikmati keindahan alam. Perjalanan dari Desa Thekelan ke Yogyakarta memakan waktu sekitar 1 jam. Sepanjang perjalanan, kami sangat menikmati pemandangan pedesaan yang asri. Setibanya di Yogyakarta, kegiatan pertama yang dilakukan adalah rafting di Sungai Elo. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing berisikan 4 orang dan 1 pemandu berpengalaman. Setelah menggunakan pelampung dan helm, kami mulai mendayung perahu karet mengikuti instruksi pemandu. Kami menyusuri Sungai Elo selama 2 jam. Meskipun beberapa bagian sungai cukup menantang, kami semua bekerja sama dengan baik dalam mendayung perahu. Rafting tidak hanya memberikan kami pengalaman yang seru, tetapi juga mempererat rasa saling percaya dan kerjasama tim. Setelah selesai rafting, perjalanan berlanjut ke wisata kaos, yaitu Omah Oblong. Omah Oblong merupakan industri kaos terkemuka di Yogyakarta yang menyajikan banyak pilihan kaos dengan berbagai macam desain yang bagus dengan harga yang terjangkau. Kita juga bisa melihat proses pembuatan pakaian khas Yogyakarta, setelah itu kami diarahkan ke toko di mana pakaian yang sudah diproduksi, kemudian dijual dan kami dapat langsung membelinya. Hari pun sudah malam, akhirnya kami beristirahat di Hotel Grand Palace Yogyakarta.
Kegiatan live in dan study tour sudah berakhir. Seru banget kan rencang-rencang sedaya? Dengan adanya kegiatan ini, siswa/i SMA Perguruan Buddhi banyak pembelajaran yang bisa diambil, mulai dari belajar hidup sederhana hingga belajar sejarah candi-candi. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mempererat hubungan kebersamaan antar siswa dan guru. Semoga SMA Perguruan Buddhi dapat mempertahankan kegiatan-kegiatan seperti ini yang dapat memberikan pengalaman yang sangat menyenangkan dengan teman-teman saat bersekolah. Ditulis oleh : Audrey Nirmala Citra Dewi & Gisela Stephanie
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini