Kembali ke Sekolah, Berbagi Mimpi: Kisah Alumni Lolos PTN
Halo sobat Buddhi! Namo Buddhaya.
Sobat Buddhi, sudah tahu belum nih ingin melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi mana? Pada 14 Januari 2026, koko dan cici alumni SMA Perguruan Buddhi datang ke sekolah untuk berbagi cerita inspiratif dan memberikan motivasi seputar proses masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Mereka membagikan pengalaman selama mengikuti tes masuk PTN, mulai dari tips belajar, strategi menghadapi ujian, hingga persiapan sebelum tes.

Sebelum para alumni membagikan kisahnya, acara ini dibuka dengan sambutan oleh Kepala SMA Perguruan Buddhi Ibu Ir. Retno Widyastuti, M.M. Beliau mengharapkan agar para alumni dapat menjadi inspirasi bagi siswa/siswi SMA Perguruan Buddhi dalam menentukan pilihan Perguruan Tinggi Negeri.
Belajar singkat, hasil luar biasa, ini adalah kisah dari Gerard Viriyandra, mahasiswa Sistem Informasi Universitas Airlangga. Ia mengaku baru melakukan persiapan intensif untuk menghadapi SNBT dua minggu sebelum tes. Meski demikian, usaha singkat tersebut membuahkan hasil yang luar biasa. Gerard berhasil mendapatkan skor SNBT sebesar 708 dan berhasil masuk ke universitas impiannya. Di jurusan Sistem Informasi, Gerard mendalami pengembangan desain dan website. Jurusan Sistem Informasi membuka peluang karier luas, termasuk sebagai data analyst. Ia juga aktif berorganisasi di UKM Agama Buddha serta pengalaman magang di salah satu perusahaan Big 4. Pada semester kedua, ia berhasil meraih IPK sebesar 3,95 dan mendapatkan gelar Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas. Ia membuktikan bahwa semangat belajar yang tinggi dapat membawa hasil yang luar biasa.

Santai bukan berarti tanpa tujuan. Kisah dari Sanggam Owen, mahasiswa Agribisnis Universitas Brawijaya. Sejak SMA, Sanggam menjalani hari-harinya sebagai siswa yang santai tetapi mempunyai tujuan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri. Strategi belajar yang ia lakukan adalah membuat jadwal belajar tambahan setiap hari, rutin latihan soal setiap hari, mengikuti bimbingan belajar SNBT dan mengevaluasi hasil try out untuk mengetahui kesalahannya. Sanggam pun berhasil lolos SNBT dan resmi menjadi mahasiswa Agribisnis Universitas Brawijaya. Setelah menjadi mahasiswa, Sanggam mengikuti kegiatan keagamaan Kristen, volunteer, dan bergabung UKM futsal.
Dari bangku SMA menuju ke kampus impian. Cerita ini datang dari Piether Ju dan Marsean Marcellino, mahasiswa Teknik Kimia Universitas Indonesia. Piether membagikan strategi sederhana namun mampu membawanya lolos SNBT yaitu dengan mengerjakan 5 latihan soal setiap pagi. Setelah resmi menjadi mahasiswa UI, Piether mengikuti organisasi KMBUI (Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia). Sementara itu, Marsean memperkenalkan jurusan Teknik Kimia, mulai dari gambaran jurusan, sejarah Teknik Kimia UI hingga prospek karier. Tak hanya aktif di perkuliahan, Marsean juga memperoleh kesempatan untuk menjadi Asisten Dosen. Di akhir cerita, Piether dan Marsean merekomendasikan Teknik Kimia sebagai pilihan studi dan berharap akan ada siswa-siswi SMA Perguruan Buddhi yang akan menjadi penerus di jurusan tersebut.
Felica Jeanet, alumni yang berhasil masuk ke jurusan Perikanan Universitas Padjajaran. Meski jurusannya terbilang berbeda dari pilihan kebanyakan, keputusan Felica didasari alasan yang mulia. Ia melihat Perikanan sebagai bidang yang sangat relevan dengan kondisi alam Indonesia serta memiliki prospek karier yang luas. Selama SMA, Felica aktif mengikuti OSIS dan beberapa ekstrakurikuler. Kegagalan pada jalur SNBP menjadi pengingat untuk mulai mempersiapkan diri dalam menghadapi SNBT. Ia memanfaatkan aplikasi belajar sebagai sarana utama persiapan hingga akhirnya berhasil lulus SNBT. Memasuki dunia perkuliahan, Felica mengikuti kegiatan magang BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Departemen Ekonomi Kreatif dan ia juga berhasil meraih nilai tertinggi di kelas.

Rachel Victoria W, jurusan Akuntansi Universitas Diponegoro. Semasa SMA Rachel tidak berpikir untuk masuk ke PTN. Hingga akhirnya Rachel memutuskan untuk ikut SNBT dengan belajar mengerjakan soal try out melalui platform belajar. Rachel mementingkan konsistennya dalam belajar hingga akhirnya lolos SNBT. Setelah menjadi mahasiswa, Rachel aktif mengikuti kegiatan penerimaan mahasiswa baru, mulai dari upacara PMB, Pendikar dan Orion sebagai ospek fakultas, hingga Atlas sebagai ospek jurusan. Kegiatan tersebut membantunya membangun relasi serta menumbuhkan rasa kekeluargaan di lingkungan kampus. Selama masa kuliah Rachel berhasil meraih juara 1 lomba pembuatan film. Di akhir ceritanya, Rachel membagikan sebuah kutipan yang menjadi pegangan hidupnya:
“Doubt kills more dreams than failure ever will.” – Suzy Kassem.
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini