BERITA

Detail Berita

Hanya 12 Tahun Sekali, Arak-arakan Gotong Toapekong Kembali Hadir di 2024

Sabtu, 28 September 2024 07:53 WIB
730 |   -

Halo semuanya! Namo Buddhaya.

Arak-arakan Gotong Toapekong 12 tahun sekali telah dilaksanakan pada Sabtu, 21 September 2024. Sebelumnya, tahukah kalian mengenai sejarah tradisi ini? Klenteng Boen Tek Bio sempat melakukan renovasi pada tahun 1844, sehingga pada saat itu beberapa Patung Dewa (Kimsin) dititipkan ke klenteng terdekat dengan menggunakan tandu (Joli) dan dibawa kembali dengan cara diarak. Arak-arakan tersebut diperingati kembali pada tahun 1856 di tahun naga, dan menjadi tradisi yang dilakukan setiap 12 tahun sekali sampai sekarang.

Di tahun 2024, rute untuk Arak-arakan Gotong Toapekong yaitu meliputi Jl. Bhakti (Pasar Lama) – Jl. Kalipasir Jaya – Jl. A. Dimyati – Jl. MT. Haryono – Jl. Kisamaun – Jl. Bhakti (Pasar Lama). Berbagai masyarakat dari dalam dan luar kota tentunya ikut menonton dan meramaikan acara ini. Berjalan kaki dan menunggu di bawah cuaca yang terik tidak mengurangi rasa semangat untuk menonton acara 12 tahun sekali ini. Barisan arak-arakan paling awal adalah pembawa spanduk Boen Tek Bio, Bendera Merah Putih, dan Panji Boen Tek Bio. Dilanjutkan dengan Marching Band PPI Curug yang menampilkan performa kerennya dan juga membuat penonton bersorak, lho!

 

 
   


Arak-arakan ini menampilkan berbagai budaya Indonesia melalui parade Bhinneka Tunggal Ika & Pakaian Daerah. Di barisan selanjutnya, terdapat parade tokoh-tokoh lintas agama, Pramuka Tionghoa, marawis, rebana & hadrah, serta Parade Hidup Panggilan Katolik. Boen Tek Bio juga memiliki tim marching band yang turut berpartisipasi. Berbagai kebudayaan agama telah ditampilkan, tak terkecuali Parade Pura Agung Kertajaya. Parade tersebut menampilkan berbagai kebudayaan agama Hindu & Bali yaitu Gebogan, Tari Pendet, Tari Cendrawasih, Tari Rangda, Hanoman serta Pasukan Kera, Gamelan Baleganjur, pecalang, dan angklung.

 

Setelah parade kebudayaan, liong hadir sebagai pembuka jalan untuk Joli yang akan diarak. Pemeragaan dewa-dewi juga dihadirkan di acara ini seperti dan tak heran bahwa terdapat banyak orang yang berfoto bersama. Sebelum joli ketiga dewa, terdapat Pataka (Plang Nama & Senjata Pusaka), barisan berkuda, dan penabur bunga. Setelah itu, masyarakat yang menonton dipersilahkan untuk melakukan pai kepada Kimsin yang diarak dan barisan pembawa joli mulai berjalan. Kimsin yang diarak menggunakan joli, yaitu YMS Kwan Seng Tae Kun, YMS Kwan Im Hud Couw, dan YMS Kha Lam Ya. Liong kembali menutup jalan untuk joli. Tak selesai di situ saja, replika perahu naga juga ikut diarak. Perahu naga juga merupakan kebudayaan Tangerang yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Arak-arakan ini juga menampilkan Pencak Silat THS (Tunggal Hati Suci) – THM (Tunggal Hati Maria), Pencak Silat Kera Sakti, Pencak Silat & Wushu. Dari kebudayaan musik, terdapat Gendang Beleq yaitu alat musik berupa gendang yang berukuran besar. Selain itu, ada juga Pat Im & The Yan, alat musik khas Tionghoa. Kebudayaan Betawi yaitu ondel-ondel, serta Reog Ponorogo dari Jawa Timur juga turut memeriahkan acara ini. Wah, ternyata banyak sekali ya kebudayaan negara Indonesia! Dan yang terakhir, terdapat kilin, barongsai, serta liong dari berbagai perkumpulan dan vihara baik dari Tangerang, Sukabumi, Bogor, dan lain-lain.

Nah, bagaimana teman-teman? Arak-arakan Gotong Toapekong 12 tahun sekali yang telah dinantikan oleh banyak orang ini tentunya memerlukan persiapan yang sangat panjang. Tetapi, hasil akhir yang diperoleh sangatlah meriah dan menjadi suatu memori yang berharga bagi setiap orang yang menontonnya. Semoga acara seperti ini dapat terus dilestarikan hingga ke tahun-tahun berikutnya. Sampai jumpa di arak-arakan selanjutnya!

 

Ditulis oleh Audrey Nirmala Citra Dewi


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini