BERITA

Detail Berita

Peringatan Hari Guru Sebagai Bentuk Penghargaan terhadap Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Senin, 19 Januari 2026 09:52 WIB
4 |   -

Halo sobat Buddhi! Namo Buddhaya.

Pada Selasa, 25 November 2025, SMA Perguruan Buddhi telah memperingati Hari Guru Nasional melalui berbagai kegiatan menarik, mulai dari upacara, ramah tamah, hingga perlombaan antarguru. Perayaan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan kepada guru atas dedikasi, ketulusan, serta peran penting mereka dalam membimbing dan mencerdaskan generasi muda.  Suasana perayaan berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Penasaran bagaimana keseruannya? Yuk, simak artikel berikut ini!

Kegiatan pertama yang dilaksanakan yaitu upacara peringatan Hari Guru Nasional. Upacara ini merupakan upacara gabungan seluruh unit Sekolah Perguruan Buddhi, sehingga suasananya terasa semakin meriah dan menunjukan kekompakan antar jenjang. Upacara dipimpin oleh Sekretaris Umum Badan Pengurus Perkumpulan Boen Tek Bio sebagai pembina upacara. Rangkaian kegiatan diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu “Indonesia Raya” oleh tim choir SMA Perguruan Buddhi. Setelah itu, peserta mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh pembina upacara sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan amanat pembina upacara yang mengangkat tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, tema resmi Hari Guru Nasional tahun ini. Tema tersebut memiliki makna mendalam: seorang guru dianggap hebat bukan karena hanya bekerja dengan kuat, tetapi juga karena kemampuan mereka dalam menginspirasi, mendidik dengan ketulusan, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan. Usai amanat, seluruh peserta upacara menyanyikan lagu wajib nasional “Hymne Guru” sebagai ungkapan penghormatan kepada para pendidik. Selanjutnya petugas upacara memimpin pembacaan doa sebagai bentuk rasa syukur atas jasa dan pengabdian para guru.

Sebagai penutup kegiatan upacara, diadakan pemberian penghargaan untuk guru dan staff sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam dunia pendidikan. Suasana terasa hangat ketika nama-nama penerima penghargaan diumumkan dan disambut tepuk tangan dari seluruh peserta. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan keluarga besar Sekolah Perguruan Buddhi. Momen ini mencerminkan harapan agar para pendidik selalu diberi semangat dan kekuatan dalam menjalankan tugas mulia mereka.

Kegiatan upacara ditutup dengan foto bersama para guru, menjadi dokumentasi berharga yang menandai kebersamaan dan kekompakan dalam peringatan Hari Guru Nasional tahun ini.

Setelah rangkaian upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di Hari Guru yang telah dipersiapkan oleh para siswa. Seluruh guru diarahkan untuk berbaris di Lapangan Kapilavastu membentuk setengah lingkaran, sementara para murid dari setiap unit berkumpul di koridor untuk bersiap mengikuti rangkaian acara.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu “Pagi Ku Cerah” oleh seluruh murid Sekolah Perguruan Buddhi. Suasana menjadi hangat ketika para murid secara bergiliran menyampaikan ucapan Hari Guru kepada para pendidik sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih atas bimbingan mereka. Sebagai bagian dari ramah tamah, para guru kemudian menikmati makan bersama yang telah disiapkan sebagai wujud kebersamaan dan rasa syukur dalam peringatan Hari Guru Nasional tahun ini.

Pada sesi makan bersama, suasana semakin meriah dengan adanya penampilan musik dari beberapa murid, mulai dari persembahan vokal hingga band. Penampilan ini menjadi bentuk penghargaan dan hiburan khusus yang dipersembahkan untuk para guru. Alunan musik yang dibawakan para siswa menambah kehangatan acara ramah tamah dan membuat momen kebersamaan terasa lebih hidup serta berkesan.

Tidak sampai di situ saja, SMA Perguruan Buddhi melanjutkan Hari Guru Nasional dengan kegiatan yang ketiga yaitu perlombaan antarguru yang seru dan menyenangkan. Penasaran kan ada lomba apa saja? Yuk, simak keseruannya!

Pada perlombaan kali ini menghadirkan tiga jenis permainan yang menarik. Lomba pertama adalah memasukkan pilus ke dalam gelas menggunakan sumpit, yang menguji ketelitian sekaligus ketangkasan setiap kelompok. Selanjutnya, lomba kedua berupa tantangan memasukkan bola kasti ke dalam gelas dengan bantuan tali yang digerakkan menuju target di bawah, sehingga membutuhkan koordinasi dan fokus antara anggota kelompok.

Lomba terakhir adalah estafet sarung. Pada permainan ini, setiap kelompok berbaris memanjang ke belakang dan harus mengoper sarung dengan cara melewatkannya melalui badan, naik ke dahi, lalu turun hingga lepas melalui kaki tanpa melepaskan genggaman tangan. Kelompok paling cepat memindahkan sarung hingga peserta terakhir dan berhasil menurunkannya kembali ke lantai dinyatakan sebagai pemenangnya. Melalui rangkaian perlombaan ini, terlihat jelas antusiasme, keceriaan, dan kebersamaan para guru yang menambah kemeriahan acara.

Setelah seluruh perlombaan berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian medali kepada para guru oleh OSIS sebagai bentuk apresiasi The Best Teacher, karena seluruh guru di SMA Perguruan Buddhi adalah yang terbaik bagi para siswa-siswinya. Penghargaan ini juga merupakan simbol rasa terima kasih atas dedikasi dan pengabdian para guru yang selalu menjadi teladan bagi para siswa-siswi SMA Perguruan Buddhi. Pada kesempatan ini, Ibu Ir. Retno Widyastuti, M.M. menyampaikan ucapan terima kasih dan harapannya agar seluruh murid dapat terus berkembang, berprestasi, dan menjaga nilai-nilai baik yang telah diajarkan para guru.

 

Demikian seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Guru Nasional di SMA Perguruan Buddhi berlangsung meriah dan penuh makna. Melalui upacara, ramah tamah, hingga perlombaan antarguru, seluruh warga sekolah dapat merasakan kebersamaan serta penghargaan yang tulus terhadap peran penting guru dalam pendidikan. Semoga momen ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil seorang guru memiliki dampak besar bagi masa depan bangsa. Selamat Hari Guru Nasional! Guru Hebat, Indonesia Kuat.

 

 

Ditulis oleh Nathania Ratna Claretta & Serafina Cheryl Thirta


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini