BERITA

Detail Berita

LIGA PENTAS SENI SMA PERGURUAN BUDDHI 2025

Senin, 19 Januari 2026 09:58 WIB
6 |   -

Haii sobat Buddhi! Pada hari Senin, 24 November 2025, SMA Buddhi berpartisipasi dan ikut memeriahkan dengan menampilkan pentas seni di Grand Final Liga Pensi Tangcity. Bagaimana keseruannya? Yuk kita simak rangkaian acaranya di bawah ini.

Grand Final dimulai dengan sambutan dari para siswa-siswi SMA Perguruan Buddhi yang disambut meriah oleh yel-yel khas SMA Perguruan Buddhi. Setelah itu, diperkenalkan para juri yang hadir, yaitu Risky Budi Luhur, Dipo Alatas (Director About TNG), Michelle Elise Lapian, Cornelia Agnes (Promo dan Event Management), serta Rawanto dari Building Management Tangcity. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil Sekolah Perguruan Buddhi yang menampilkan kegiatan ekstrakurikuler hingga tata letak sekolah. Video ini memberikan gambaran lengkap mengenai aktivitas dan suasana lingkungan belajar para siswa.
Acara resmi dibuka oleh MC Lalita dan Darren yang memandu dengan penuh energi. Mereka juga menyampaikan sambutan untuk keluarga besar Sekolah Perguruan Buddhi, pengurus Boen Tek Bio, serta para juri Tangcity. Kemudian seluruh hadirin berdiri bersama untuk menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya.

Setelah itu, rangkaian penampilan budaya mulai mengisi panggung, penampilan barongsai membuka suasana dengan meriah, dilanjutkan dengan tari Gending Sriwijaya dari Sumatera yang anggun dan menawan. Sambutan kemudian diberikan oleh Ibu Ir. Retno Widyastuti, M.M., selaku Kepala Sekolah SMA Perguruan Buddhi. Beliau menyampaikan rasa terima kasih, harapan agar acara berjalan tertib, serta membacakan puisi yang menambah nuansa hangat. Sesi sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Engti Winata, Sekretaris Umum Perkumpulan Boen Tek Bio, yang mengucapkan terima kasih kepada pengisi acara, panitia, dan para orang tua yang telah mendukung penuh jalannya persiapan.

Panggung kembali dipenuhi warna budaya Nusantara. Pertunjukan semapur Pramuka bertema Papua tampil penuh energi, diikuti penampilan Pencak Silat oleh Farrel, tari Janger dari Bali, serta tari Dayak dari Kalimantan.

 

Tim choir SMA Perguruan Buddhi kemudian membawakan dua lagu daerah, yaitu Bungong Jeumpa dan Butet. Perpaduan vokal dan gerakan membuat suasana semakin hidup. Setelah itu penampilan tari kreasi modern dance ditampilkan dengan memadukan unsur wayang dan sentuhan modern, menghasilkan penampilan kreatif dan energik. Acara diselingi oleh sesi kuis berhadiah yang membuat suasana semakin interaktif. Dilanjutkan dengan penampilan solo biola dan solo terompet yang memamerkan bakat musik para siswa. Memasuki puncak acara, band SMA Perguruan Buddhi tampil dengan membawakan beberapa lagu, termasuk Baby Doll (Utopia) oleh Niken dan Bila Kau Tak Di Sampingku (Sheila On Seven) oleh Austin Alvino. Energi panggung mencapai puncaknya ketika seluruh penonton ikut bernyanyi pada lagu penutup Boyband (By TipeX) Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan sesi penyampaian kritik serta saran dari para juri. Berikut rangkuman komentar mereka.

Para juri sepakat menilai bahwa acara berlangsung dengan sangat baik dan lancar. Penampilan dinilai konsisten dari awal hingga akhir, dengan suasana yang hidup dan terasa seperti festival bahkan mini konser. Kostum tampil meriah, tema Nusantara tersampaikan dengan kuat, serta pembawa acara dinilai profesional. Beberapa penampilan mendapat apresiasi khusus, seperti Tari Gending Sriwijaya dan pertunjukan Semapur yang dianggap sangat mengesankan dari segi teknik dan tempo.

Terakhir, para juri menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi dan kerja keras SMA Perguruan Buddhi dalam menghadirkan penampilan yang solid dan memukau pada Grand Final Liga Pensi Tangcity.

Acara ini menjadi bukti bahwa siswa-siswi SMA Perguruan Buddhi mampu menampilkan kreativitas, kekompakan, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia. Semoga ini menjadi langkah awal bagi penampilan-penampilan hebat berikutnya. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga. Saksikan terus ya sobat Buddhi!

Ditulis oleh Aurelle Mettania Caroline dan Kevine Immanuel Lee


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini